Deetaty's Blog

Ambil Sisi Baiknya

Posted by: deetaty on: April 24, 2010

Setelah orientasi kesana kemari dan akhirnya aku ditempatkan di poliklinik hatiku jengah juga. Kok di klinik bukan di rawat inap sesuai dengan pengalamanku selama ini. Bukankah di klinik itu tugasnya hanya memanggil pasien, ufh ngga ada seni dan tantanganya sama sekali.

Aku mengajak berdamai dengan hatiku dengan keadaan saat ini. Kalau mereka menempatkanku di klinik berarti  saat ini klinik sedang membutuhkan staff. Bukankah dimana saja kita bisa  berprestasi? Jangan niat bekerja sebagai ibadah, mencari nafkah yang berkah dipengaruhi oleh hal-hal yang  bisa membuat kita tidak  bahagia. Kenapa tidak menujukkan saja kemampuan yang terbaik, dimanapun tempatnya dan apapaun profesi kita semoga semua itu termasuk amalan sholeh yang bisa membawa  kita ke surga-NYA kelak. Amin.

Sambil kuhitung-hitung segi positifnya di klinik. Yang pasti kerja teratur, ngga ada shift malam lagi(menurutku shift yang paling berat untuk dijalani). Malaikat sepertinya mengaminkan doaku saat itu dan juga dikabulkan oleh Sang penentu takdir bahwa semoga aku ditempatkan yang tidak ada shift malamnya.

Datang juga tidak pagi-pagi amat, sekitar jam delapan pagi baru datang langsung baca Koran Republika yang sudah tersedia gratis, special kolom hikmah yang paling aku suka. Coba kalau di rawat inap boro-boro mau baca koran selesai operan sudah sibuk dengan memberi obat, mengganti cairan infus, belum lagi kalau ada prosedur. Dokter datang jam sepuluh jadi sekitar dua jam aku bisa melaksanakan kegiatanku sendiri. Ah ternyata jika dilihat sisi positifnya banyak juga untungnya ya.

Setiap hari harus banyak bersedekah dengan senyum seperti hadist Rasululloh “Tabassumuka fii wajhi akhiika shodaqoh” yang diriwayatkan oleh HR. Tirmidzi. Aku beri gambaran dua orang perempuan(menurut survey www.wanita lebih suka belanja.com)sama-sama diberi uang tiga ratus ribu misalnya, yang satu suruh pergi ke mall selama satu jam untuk menghabiskan uang itu sedangkan yang satunya lagi suruh ke rumah sakit untuk periksa ke dokter dengan menunggu satu jam juga. Bisa dibayangkan perbedaan kedua wajah orang tersebut. Yang pertama pasti sumringah dengan tentengan belanjaan  dan merasa waktu berlalu begitu cepat. Bandingkan dengan yang kedua dengan wajah ditekuk dengan grundelan dihati sudah nunggu dokternya lama, perawatnya jutek, nebus obat mahal dan entah apa lagi yang ada diotaknya aku sudah ngga bisa baca lagiJ Padahal di rumah sakit duduk dan yang pergi ke mall malah jalan-jalan kenapa kok  cape yang ke rumah sakit ya? Ada yang bisa jawab ngga? Hadiahnya ambil sendiri di toko-toko terdekat ya he,,,,,jangan lupa bayar sendiri di kasir.

Dari hal itu satu yang kupelajari kerja di klinik harus cepat, tepat, sigap serta ramah. Dari menyiapkan file pasien, mengenter ke computer, meningkatkan volume suara kalau  pasien yang dipanggil ngga datang-datang hingga jika ada pasien yang harus dirawat inap.

Satu pertanyaan yang setiap hari kudengar dengan intonasi yang sama dan entah sudah berapa puluh kali kudengar sampai saat ini,” Suster saya masih lama ngga? Kok dari tadi ngga dipanggil-panggil.” Nah lho, ini pertanda dia sudah mulai  jenuh untuk menunggu.

Klinik kulit dan #######( maaf  khawatir dianggap terlalu vulgar untuk kutuliskan disini)


  • Tidak ada
  • Mrbonies39: it is true there is no perfect human beings on this earth, but for me may still exist because God created man perfect, in my opinion the perfect perso
  • deetaty: Makasih,sukses juga untukmu Afief.
  • Afief: Tulisan yang bagus . . . sukses . . .

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.